Soedoet Pandang

TENTANG KAMI

Di era digital, kita diserbu informasi yang datang berjejal-jejal setiap waktu, sepanjang waktu. Tapi, sebagaimana yang dikhawatirkan Aldous Huxley dalam novelnya yang terkenal, "Brave New World", yang mestinya kita khawatirkan di masa kini bukanlah kemungkinan terkekangnya kebenaran, melainkan kemungkinan tidak adanya kebenaran pada seluruh informasi yang membanjir tadi.

Informasi yang datang bertubi-tubi juga tak selalu membuat kita bisa memahami keadaan dengan jernih. Kadang, informasi yang datang bertubi-tubi membuat kita kehilangan sudut pandang. Dan tanpa sudut pandang, informasi hanya akan menjadi teka-teki. Ia tak membawa pengertian, malah kebingungan.

Kami ingin menyumbangkan itu, memberi Anda sudut pandang atas berbagai informasi yang mengitari kita, dan atas berbagai peristiwa yang telah dan tengah berlangsung. Dengan sudut pandang, Anda jadi mempunyai banyak cara dalam mencerna sebuah informasi dan memahami sebuah peristiwa, baik yang aktual maupun historikal.

Selamat menikmati SOEDOET PANDANG.

PENGUNJUNG

  • 1,997,132 hits

Rubrik

Follow Soedoet Pandang on WordPress.com

4. KESAKSIAN SEORANG SANDERA

Markus menuturkan pengalamannya selama disandera sampai saat pembebasan mereka oleh pasukan ABRI. Antropolog Markus Warib, 36 tahun, tampak ceria didampingi istrinya, Maria, dalam perjalanan dari Timika ke Jakarta bersama sandera yang dibebaskan pasukan ABRI, Kamis pekan lalu. “Terus terang, saya masih trauma kalau harus kem-bali ke tempat penyanderaan itu,” ka-tanya. Dosen Fakultas Sastra Universitas Cenderawasih … Continue reading

Rate this:

5. KAMI DITIPU KELLY KWALIK

Meski drama penyanderaan sudah berakhir, wajah Henry Fournier masih kelihatan lelah. Fournier, 47 tahun, Kepala Komite Palang Merah Internasional (ICRC) Delegasi Regional Jakarta, yang membawahkan Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, memang ikut sibuk. Sejak ICRD ditunjuk sebagai penengah pada 7 Februari lalu, Fournier bersama enam anggota Palang Merah lainnya, yakni Ferenc Mayer, Patrick Sergy, … Continue reading

Rate this:

6. INI SEMUA KEHENDAK TUHAN

Para bekas sandera dan keluarga dekat berbicara tentang pengalaman buruk itu. Jualita Maureen Tanasale, 32 tahun, Pimpinan Ekspedisi Tim Lorentz 1995. Sarjana biologi Universitas Nasional, Jakarta, lulusan tahun 1991 ini sudah berulang kali merambah hutan. Kami sebenarnya di situ dari bulan November untuk melakukan penelitian. Seming-gu sebelum pulang, kami ditangkap. Kami tak punya pilihan karena … Continue reading

Rate this:

7. MENYELESAIKAN KARTU POLITIK GANGSTER

Begitu mendengar sembilan peneliti Tim Ekspedisi Lorentz 1995 berhasil dibebaskan, Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Brigadir Jenderal Prabowo Subianto langsung terbang dari Jakarta ke Timika, Rabu pekan lalu. Ia tiba Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIT, kemudian beristirahat sebentar di Hotel Sheraton Timika, sekitar setengah kilometer dari hanggar. Paginya, dengan pesawat Airfast, Prabowo langsung … Continue reading

Rate this:

8. SUARA “ANAK” JAKARTA

“Saya ini masih muda lho. Penampilan sih 30 tahun, tapi umur saya sudah 59 tahun. Ha… ha… ha… Malah saya sudah punya cucu dimana-mana,” kata Moses Weror dengan nada penuh canda kepada wartawan GATRA di Jayapura, Ruba’i Kadir. Kamis pekan lalu, selama 90 menit Ruba’i menghubungi Moses yang ada di Madang, Papua Nugini, lewat saluran … Continue reading

Rate this:

PRABOWO SUBIANTO: SAYA DIKHIANATI HABIBIE

Wawancara dari Bangkok, Thailand, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto bicara soal penculikan aktivis, dugaan keterlibatannya dalam kerusuhan 13-14 Mei 1998, serta hubungannya dengan Soeharto, Habibie, dan Wiranto. Dari siaran berita di radio, Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto mendengar berita rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) bentukan Mabes ABRI. Ia diberhentikan dari karier militernya. Hari itu, Selasa, … Continue reading

Rate this:

PRABOWO: KAMBING HITAM 1998

Oleh Jose Manuel Tesoro Majalah Asiaweek   ==================== Catatan Redaksi: Artikel ini diterjemahkan dari laporan investigasi yang ditulis Majalah Asiaweek Vo. 26/No. 8, 3 Maret 2000. Membaca artikel ini kita akan diantarkan oleh Tesoro kepada konstruksi fakta-fakta yang berbeda dengan stigma yang melekat pada berbagai peristiwa pada 1998. ====================   Satu pertanyaan yang akan selalu … Continue reading

Rate this:

POPULER