Soedoet Pandang

Home » Politika » 1. MUKADIMAH: SANDERA

1. MUKADIMAH: SANDERA

TENTANG KAMI

Di era digital, kita diserbu informasi yang datang berjejal-jejal setiap waktu, sepanjang waktu. Tapi, sebagaimana yang dikhawatirkan Aldous Huxley dalam novelnya yang terkenal, "Brave New World", yang mestinya kita khawatirkan di masa kini bukanlah kemungkinan terkekangnya kebenaran, melainkan kemungkinan tidak adanya kebenaran pada seluruh informasi yang membanjir tadi. Informasi yang datang bertubi-tubi juga tak selalu membuat kita bisa memahami keadaan dengan jernih. Kadang, informasi yang datang bertubi-tubi membuat kita kehilangan sudut pandang. Dan tanpa sudut pandang, informasi hanya akan menjadi teka-teki. Ia tak membawa pengertian, malah kebingungan. Kami ingin menyumbangkan itu, memberi Anda sudut pandang atas berbagai informasi yang mengitari kita, dan atas berbagai peristiwa yang telah dan tengah berlangsung. Dengan sudut pandang, Anda jadi mempunyai banyak cara dalam mencerna sebuah informasi dan memahami sebuah peristiwa, baik yang aktual maupun historikal. Selamat menikmati SOEDOET PANDANG.

Arsip yang Lalu

sandera   001

Pedalaman Irian Jaya kembali merebut perhatian dunia. Di sela-sela kesu-nyian hutan belantara, tiba-tiba terlihat pasukan Baret Merah meluncur ke bumi lewat tali yang menjulur dari pintu sejumlah heli-kopter. Kemudian letusan bedil, kalang-kabut, dan kematian. Setelah itu terdengar ingar-bi-ngar kegembiraan menyambut kebebasan sem-bilan sandera yang dibekap oleh gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) selama empat bulan. Di balik itu terselip pula kepedihan, karena dua sandera lainnya tak pulang dalam keadaan hidup. Mereka dibunuh oleh anggota OPM, yang kehilangan delapan pendukung-nya.

Maka, berakhirlah penderitaan Tim Ekspe-disi Lorentz 1995, yang disandera gerombolan Kelly Kwalik sejak 8 Januari silam. Pujian bertubi disampaikan kepada jajaran ABRI, terutama ke alamat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pimpinan Brigadir Jenderal Pra-bowo Subianto, yang selama ini berupaya keras membebaskan sandera.

Operasi militer yang dilancarkan ABRI pa-da 15 Mei itu memang dipandang sudah semestinya. Bahkan ada yang menilai agak terlambat. Sebelum operasi militer digelar, ABRI memang menempuh jalan persuasif. Upaya membujuk Kelly melalui mediator rohaniwan dan Komite Palang Merah Internasional dila-kukan dengan sabar dan hati-hati. Dalam tarik ulur itu, 15 anggota ABRI tewas dalam musi-bah di Timika dan Geselama. Namun yang di-peroleh dari Kelly hanyalah kekecewaan. Maka, tak ada jalan lain, kecuali menggempur le-wat Operasi Cenderawasih.

Di seputar masalah itulah, Laporan Utama minggu ini diarahkan. Bagian pertama, men-ceritakan proses pembebasan sandera, jalannya evakuasi, dan semarak sambutan masya-rakat. Bagian ini dilengkapi dengan kronolo-gi pembebasan. Bagian kedua, merunut kem-bali kisah penyanderaan hingga detik-detik terakhir menjelang operasi militer. Bagian ke-tiga, memuat pengalaman seorang sandera. Bagian keempat, galeri pengalaman sejumlah sandera dan komentar keluarga mereka. Ba-gian kelima, berisi wawancara dengan Briga-dir Jenderal Prabowo Subianto. Laporan Utama ini dilengkapi wawancara dengan Moses Weror, pimpinan OPM di Papua Nugini, Henry Fournier, Kepala Palang Merah Internasiorial di Jakarta. (Priyono B. Sumbogo)

 

*) Laporan Utama Majalah GATRA No. 28/II, 25 Mei 1996.

>> Laporan Selengkapnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: