Soedoet Pandang

Home » Ekonomika » KOPERASI DAN USAHA MENUNJANG KEGIATAN PRIBUMI

KOPERASI DAN USAHA MENUNJANG KEGIATAN PRIBUMI

TENTANG KAMI

Di era digital, kita diserbu informasi yang datang berjejal-jejal setiap waktu, sepanjang waktu. Tapi, sebagaimana yang dikhawatirkan Aldous Huxley dalam novelnya yang terkenal, "Brave New World", yang mestinya kita khawatirkan di masa kini bukanlah kemungkinan terkekangnya kebenaran, melainkan kemungkinan tidak adanya kebenaran pada seluruh informasi yang membanjir tadi. Informasi yang datang bertubi-tubi juga tak selalu membuat kita bisa memahami keadaan dengan jernih. Kadang, informasi yang datang bertubi-tubi membuat kita kehilangan sudut pandang. Dan tanpa sudut pandang, informasi hanya akan menjadi teka-teki. Ia tak membawa pengertian, malah kebingungan. Kami ingin menyumbangkan itu, memberi Anda sudut pandang atas berbagai informasi yang mengitari kita, dan atas berbagai peristiwa yang telah dan tengah berlangsung. Dengan sudut pandang, Anda jadi mempunyai banyak cara dalam mencerna sebuah informasi dan memahami sebuah peristiwa, baik yang aktual maupun historikal. Selamat menikmati SOEDOET PANDANG.

Arsip yang Lalu

prabowo003

 

Oleh Sumitro Djojohadikusumo

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

 

“Suatu perekonomian nasional yang berdasarkan koperasi, inilah ideal kita. Tetapi bagaimana realita?” Demikian antara lain ucapan Bapak Koperasi, Dr. Hatta, pada pidato beliau menyambut Hari Koperasi Pertama tahun 1951. Ucapan ini masih relevan untuk kita kemukakan sekarang, tidak hanya yang menyangkut hal yang pertama bahwa bentuk koperasi adalah ideal bagi kita, akan tetapi terutama menyang­kut yang kedua, jakni “bagaimana realita?”.

Dalam kesempatan menyambut hari ulang tahun Pak Hatta ini, kami ingin secara pendek mengemukakan salah satu masalah pokok perekonomian kita, yakni peranan usahawan ekonomi lemah yang biasa kita sebut dengan istilah “pribumi” dan bagaimana koperasi sebagai suatu lembaga bisa dipergunakan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan masalah tersebut.

 

Masalah yang Kita Hadapi

Sebagaimana diketahui, masalah yang fundamental dari perekonomian masyarakat kita dewasa ini dan dalam masa-masa mendatang menyangkut tiga hal, yakni

  • masalah neraca pembayaran internasional, atau kebutuhan akan devisa yang makin meningkat dengan kemampuan kita untuk menghasilkan devisa yang kurang cepat meningkatnya;
  • masalah kepadatan penduduk dengan berbagai implikasinya seperti masalah pengangguran, masalah urbanisasi dan sebagainya; dan
  • masalah partisipasi nasional.

Sesuai dengan maksud uraian di sini, kami hanya membatasi diri pada hal yang terakhir saja. Masalah partisipasi nasional menyangkut pemberian kesempatan kepada usahawan yang tergolong ekonomi lemah, untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan serta masalah perataan daripada pendapatan masyarakat yang lebih meluas.

Masalah partisipasi nasional ini merupakan salah satu masalah pokok dalam perekonomian kita, karena berhasil ti­daknya kita memecahkannya akan sangat menentukan bisa tidaknya perekonomian kita terus berkembang, dan karena masalah ini menjangkut bidang-bidang lain yang mempengaruhi kestabilan masyarakat pada umumnya, suatu prasyarat untuk lancarnya proses pembangunan ekonomi.

Bahwa masalah ini sangat penting dan sangat peka dalam masyarakat, kiranya semua orang telah menyadarinya. Berbagai contoh dalam proses pembangunan negara-negara tetangga merupakan contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi, betapapun baik hasilnya, tanpa disertai usaha pemecahan masalah ini hanya menimbulkan berbagai ketegangan yang senantiasa bisa meledak dan merusak basil yang telah dicapai. Peristiwa bulan Mei tahun 1969 di Malaysia, masalah Pakistan, Filipina dan berbagai negara lain merupakan suatu pelajaran bahwa hasil pembangunan bisa mudah dirusakkan oleh berbagai rupa ketegangan sosial atau paling sedikit proses pembangunan bisa terganggu olehnya.

Dalam perekonomian kita, pada dasarnya masalah perlunya perataan partisipasi nasional ini timbul karena golongan yang tergolong ekonomi lemah, yang dalam masyarakat kita hampir selalu bisa diidentifisir dengan golongan pribumi, tidak bisa menerima kedudukan yang diperankan dalam perekonomian kita, yakni hanya merupakan penerima yang pasif dari proses perekonomian maupun pertumbuhan yang terjadi. Golongan ini ingin ikut serta secara aktif, bahkan lebih lanjut ikut menentukan jalannya perekonomian. Golongan ini tidak bisa menerima keadaan sebagal “passive -recipient” dari pertumbuhan, akan tetapi mereka menginginkan peranan sebagai “active par­ticipant”, bahkan sebagai “implementing agent” daripada pro­ses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Masalah ini sering menjadi lebih pelik karena berbagai masalah yang berkaitan dengannya, masalah sosial, politis dan terutama masalah rasial.

Dan karena peliknya masalah ini maka jalan keluar dari masalah tersebut juga memerlukan pemikiran yang matang serta kebijaksanaan yang penuh ketelitian tetapi tegas.

 

Koperasi Salah Satu Jalan Keluar

Masalah perekonomian Indonesia tanpa adanya masalah partisipasi golongan ekonomi lemah ini sudah sangat berat, apalagi ditambah dengan hal ini. Tetapi pemikiran yang cermat dengan pandangan yang luas serta kerjasama dari masyarakat yang rapi akan bisa mengurangi masalah ini, sehingga kestabilan masyarakat tetap terjamin dan pembangunan ekonomi bisa berlangsung untuk perbaikan tingkat hidup dari seluruh anggota masyarakat.

Suatu hal yang jelas harus mendasari kebijaksanaan dalam bidang ini adalah bahwa strategi pembangunan perekonomian kita tetap harus merupakan pegangan dalam hal ini. Kita memerlukan pertumbuhan ekonomi yang berjalan bersamaan dengan perbaikan partisipasi dan distribusi dalam masyarakat. Telah menjadi tekad bersama bahwa Pemerintah akan memberikan pengarahan kepada kegiatan usaha pribumi. Pengarahan di sini mempunyai arti yang lebih luas daripada perlindung­an. Perlindungan merupakan konsep yang statis sedangkan pengarahan mempunyai arti dinamis. Dalam hal perlindungan sendiri telah merupakan tekad Pemerintah bahwa hal ini diberikan dengan berbagai cara, tanpa menciptakan klas baru yang terlindung terus-menerus. Aspek terpenting daripadanya adalah bahwa perlindungan ini tidak akan diberikan dengan sistem lisensi seperti dalam waktu dahulu pernah dilakukan dan tidak membawa hasil.

Cara yang paling baik dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini adalah memberikan sarana yang diperlukan bagi golongan ekonomi lemah ini untuk memperbaiki kedudukannya dan memberikan pengarahan agar nantinya bisa berdiri sendiri, berusaha dan bersaing dalam pasar bebas. Dengan demikian, pengarahan yang diberikan juga menuntut persyaratan yang berat dari mereka yang mendapat perlakuan ini. Dalam hal isu yang paling penting adalah kesungguhan dan ketekunan mereka berusaha.

Adapun bantuan ataupun pengarahan yang diberikan bisa dalam berbagai cara, baik dengan berbagai ketentuan umum maupun dengan cara yang lebih langsung oleh Pemerintah untuk ikut melakukan penggarapan operasional dalam kelembagaan, baik dalam sektor produksi barang-barang, jasa-jasa maupun ketataniagaan. Kebijaksanaan dalam perkreditan, dalam perpajakan, dalam penyuluhan-penyuluhan produksi dan dalam perdagangan bisa secara sadar diarahkan untuk memperbaiki kedudukan golongan ekonomi lemah ini tanpa melanggar ketentuan yang merupakan strategi dasar kita.

Dalam hal kebijaksanaan operasional lewat kelembagaan, koperasi bisa merupakan alat yang efektif untuk pelaksanaan kebijaksanaan pengarahan ini. Pergerakan koperasi yang telah secara resmi kita mulai permulaan tahun lima puluhan telah berakar dalam kehidupan masyarakat kita jauh sebelum itu. Koperasi sebagai salah satu prasarana kelembagaan telah mengalami kemunduran yang serupa dengan prasarana fisik dan prasarana administrasi kita dalam tahun-tahun sebelum ini. Dewasa ini, setelah perekonomian kita bisa bangkit lagi, setelah stabilisasi lebih mantap tertanam dan setelah pembangunan ekonomi kita laksanakan, maka pembangunan prasarana kelembagaan koperasi ini juga sedikit demi sedikit terlaksana. Dan kegiatan ini masih bisa dan harus kita tingkatkan.

Dalam hubungannya dengan masalah nasional yang dikemukakan di atas, maka koperasi merupakan saluran untuk pemupukan dan pengarahan usahawan golongan ekonomi lemah, agar mereka benar-benar ikut aktif dalam proses pembangunan, agar mereka benar-benar menjadi implementing agent of growth.

Sehubungan dengan koperasi sebagai saluran pemupukan peranan golongan ekonomi lemah ini perlu disebutkan bahwa penciptaan dana jaminan kredit untuk golongan usahawan kecil dan menengah merupakan usaha konkret yang dimulai oleh Departemen Koperasi dan Transmigrasi ke arah tujuan tersebut.

Kesukaran usahawan kecil untuk mendapatkan kredit karena tidak mampunya mereka memenuhi persyaratan jaminan, bisa ditolong dengan cara ini. Demikian pula usaha penyuluhan dalam bentuk management consultancy yang khusus untuk usaha-usaha kecil dan menengah akan sangat membantu pertumbuhan koperasi, karena kebanyakan koperasi berada dalam kategori usaha yang demikian. Demikian pula kebijaksanaan mengenai perpajakan, distribusi barang-barang dalam negeri, impor, ekspor dan berbagai kegiatan dalam perdagangan bisa diarahkan untuk menunjang pertumbuhan koperasi dan akhirnya untuk menunjang kegiatan usahawan pribumi pada umumnya.

Dengan jalan ini kestabilan masyarakat akan lebih bisa dijamin dan proses pembangunan bisa berjalan dengan baik. Demikian pula sasaran pertumbuhan ekonomi dan distribusi serta partisipasi nasional bisa lebih didekati.

Akhirnya, lewat tulisan pendek ini kami mengucapkan “Selamat sejahtera bagi Pak Hatta”. Mudah-mudahan jalan yang sekarang ditempuh sehubungan dengan masalah di atas bisa benar-benar mencapai apa yang selama ini merupakan salah satu pusat perhatian beliau serta merupakan idam-idaman kita bersama, yakni terciptanya golongan usahawan yang tangguh dalam masyarakat kita untuk berlangsungnya pembangunan menuju kepada kemakmuran bersama.

 

*) Dicuplik dari buku Bung Hatta: Mengabdi pada Tjita-tjita Perdjoangan Bangsa (Djakarta: Panitia Peringatan Ulang Tahun Bung Hatta ke-70, 1972)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: